Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Manfaat dan Bahayanya Gunung Berapi



Manfaat dan Bahayanya Gunung Berapi - Gunung adalah tanah yang menonjol ke atas, lebih tinggi dari wilayah di sekitarnya. Sebuah gunung biasanya lebih tinggi daripada bukit . Disebut gunung jika puncaknya lebih tinggi dari 610 meter dari permukaan laut. Adapun puncak gunung tertinggi di Indonesia berada di Papua, tepatnya di kawasan gunung Jaya Wijaya. Puncak gunung itu bernama Cartenz Pyramid dengan ketinggian 4.884 meter dari permukaan laut. Sedangkan gunung tertinggi di dunia adalah gunung Everest dengan ketinggian 8.840 meter dari permukaan laut. Gunung Everest merupakan salah satu gunung di pegunungan Himalaya yang terletak di perbatasan China dan Nepal.
Gunung dapat memberikan manfaat bagi manusia tetapi juga dapat membahayakan bagi kehidupan, dampak positif atau menfaat dari gunung berapi adalah :
  • Gunung api mengeluarkan abu vulkanis yang dapat menyuburkan tanah
  • Material gunung api berupa batu, kerikil, dan pasir dapat dimanfaatkan untuk bahan bangunan.
  • Magma yang telah membeku di permukaan bumi menyimpan bermacam material logam atau bahan tambang, seperti emas dan perak.
  • Kawasan gunung api bisa di manfaatkan untuk lahan hutan, perkebunan dan pariwisata.
Adapun dampak negative atau kerugian yang disebabkan oleg gunung api adalah :
  • Larva pijar yang bercampur air pada kawah gunning api membentuk lahar panas yang dapat meluncur menuruni lereng menghancurkan apaapun tak terkecuali daerah pemukiman.
  • Larva dingin berupa aliran batu, kerikil, dan pasir bertumpuk – tumpuk dipuncak gunung, pada saat tertentu akan meluncur menuruni daerah yang dilalui dan menghancurkan apapun yang ada.
  • Apabila gunung berapi dibawah permukaan laut meletus, biasannya diikuti gelombang tsunami.
  • Abu vulkanis yang membumbung tinggi keudara atau yang sering disebut wedos gembel dapat mengganggu jalur penerbangan.
Di Indonesia banyak bertebaran gunung baik yang masih aktif (berapi) maupun yang sudah tidak aktif yang menyebar diberbagai wilayah di Indonesia. Berikut ini beberapa gunung berapi yang ada di Indonesia :

1. Gunung Semeru  


Gunung Semeru (3.676 m) merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa dan merupakan gunung berapi tertinggi ke-tiga di Indonesia. Gunung Semeru terletak di pegunungan Tengger dan bertetangga dengan Gunung Bromo.
Gunung ini menyuguhkan pemandangan yang sangat menarik bagi para pendaki, yaitu letusan vulkanis setiap 10 menit yang menyembur dari kawah Jonggring Saloko.
Selain itu dipertengahan jalur pendakian terdapat danau Ranu Kumbolo dengan luas sekitar 5 Ha menyiratkan kesan tersendiri bagi pendaki Semeru.

 2. Gunung Merapi


Gunung Merapi (ketinggian puncak 2.968 m) adalah gunung berapi di bagian tengah Pulau Jawa dan merupakan salah satu gunung api teraktif di Indonesia. Lereng sisi selatan berada dalam administrasi Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sisanya berada dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Magelang di sisi barat, Kabupaten Boyolali di sisi utara dan timur, serta Kabupaten Klaten di sisi tenggara. Kawasan hutan di sekitar puncaknya menjadi kawasan Taman Nasional Gunung Merapi sejak tahun 2004.
Gunung ini sangat berbahaya karena menurut catatan modern mengalami erupsi (puncak keaktifan) setiap dua sampai lima tahun sekali dan dikelilingi oleh pemukiman yang sangat padat. Sejak tahun 1548, gunung ini sudah meletus sebanyak 68 kali. Kota Magelang dan Kota Yogyakarta adalah kota besar terdekat, berjarak di bawah 30 km dari puncaknya. Di lerengnya masih terdapat pemukiman sampai ketinggian 1700 m dan hanya berjarak empat kilometer dari puncak.

 3. Gunung Agung

Gunung Agung merupakan gunung tertinggi di Pulau Bali. Gunung berapi ini mulanya memiliki ketinggian sekitar 3.142 meter di atas pemukaan laut (dpl), namun setelah meletus pada tahun 1963 diperkirakan ketinggiannya turun menjadi 2.920—3.014 meter dpl. Saat ini, puncak tertinggi Gunung Agung terletak di bagian barat daya, tepat di atas Pura Besakih.
Bagi masyarakat Bali, Gunung Agung adalah gunung suci yang merupakan pertanda keagungan Yang Maha Kuasa. Satu kejadian yang cukup menggemparkan terjadi ketika Gunung Agung meletus pada tahun 1963 dan menewaskan sekitar 1.000 orang serta merusak lebih dari 100.000 rumah penduduk. Namun, anehnya bencana alam tersebut tidak membuat kerusakan yang berarti terhadap Pura Besakih yang letaknya kira-kira hanya 1 km dari kawah Gunung Agung.
Kejadian lainnya, kira-kira 40 hari sebelum bencana letusan Gunung Agung terjadi, pemerintah Indonesia telah mencanangkan event Ekadasa Rudra (perayaan setiap seratus tahun Pura Besakih) pada tanggal 8 Maret 1963 sebagai event kunjungan wisata internasional. Meskipun sejak akhir bulan Februari 1963 Gunung Agung mulai menunjukkan aktivitas yang cukup membahayakan, seperti menyemburkan asap, debu, serta mengeluarkan suara gemuruh, akan tetapi pemerintah Indonesia enggan mengundurkan tanggal penyelenggaraan ritual tersebut. Namun pada akhirnya, event itu ditangguhkan juga hingga tahun 1979 karena alasan keselamatan para wisatawan. Yang cukup mengherankan, letusan dahsyat Gunung Agung baru benar-benar terjadi pada tanggal 17 Maret 1963 (versi yang lain menyebutkan tanggal 18 Maret) setelah para turis meninggalkan lokasi rencana perayaan Ekadasa Rudra tersebut.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar